Pembasmian Hama dan Pengganggu Tanaman Lainnya (OPT)

Pembasmian Hama dan Pengganggu Tanaman Lainnya (OPT)


Untuk mencegah timbulnya hama dan penyakit, Anda perlu perhatikan sanitasi lahan, drainase yang baik dan jika perlu tanaman dapat disemprot dengan menggunakan pestisida. OPT utama yang menyerang caisim adalah ulat daun kubis (Plutella xylostella).

Pembasmiannya dapat dilakukan dengan pemanfaatan Diadegma semiclausum sebagai parasitoid hama Plutella xylostella, penggunaan pestisida nabati, biopestisida, dan pestisida kimia. Penggunaan pestisida harus diperhatikan dengan benar  pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu aplikasinya.

Tahap penyiangan dilakukan 2–4 kali selama masa penanaman caisim atau harus disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng. Penyiangan gulma dilakukan pada usia tanaman satu minggu setelah dipindahkan. Hama yang sering menyerang caisim adalah sejenis kutu dan walang sangit yang membuat daun bolong.

Ada beberapa hama dan penyakit lainnya yaitu ulat, cacing bulu, bercak daun, busuk basah, penyakit embun tepung, penyakit rebah semai, busuk daun, busuk akar, dan virus mosaik. Untuk penanganan hama yang bisa dilakukan adalah dengan larutan nabati yang dibuat dari campuran kipait dan gadung dan dengan sabun colek atau putih telur sebagai perekatnya. Larutan nabati ini diencerkan dan disemprotkan pada tanaman secukupnya.

Comments

Popular posts from this blog

Penyiraman Tanaman Caisim

Penyemaian Benih/Pembibitan

Persiapan Lahan